You Are Reading

1

Kesehatan Mental

davit sasmita Kamis, 22 Maret 2012

Selamat datang di blog saya. Kali ini saya akan membahas tentang kesehatan mental. Mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda akan kesehatan mental. Jika ditanya apa yg ada di benak pikiran anda tentang kesehatan mental pasti jawabannya tidak jauh – jauh dari orang gila. memank orang gila termasuk dalam kesehatan mental tapi tidak hanya itu saja. Oleh sebab itu sekarang saya sebagai penulis akan membahas sedikit lebih dalam mengenai kesehatan mental.

Kesehatan mental bisa kita artikan sebagai “Ilmu yang memperhatikan perawatan mental atau jiwa”. Seperti yang kita ketahui biasanya penyakit mental tidak jauh – jauh dari manusia jadi penulis menyimpulkan objek utama yang di teliti dalam kesehatan mental adalah manusia. Pokok yang menjadi objek penelitian kesehatan mental adalah penyesuaian diri (adjustment) dan kesehatan mental (mental health). Kesehatan mental sering kali tidak terditeksi karena mereka dalam kehidupan sehari – hari sering hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengidentifikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa. Menurut Alexander Schneiders, “Ilmu Kesehatan Mental adalah ilmu yang berkembang danmenerapkan sprangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri”.

Konsep Sehat dan Dimensinya

Mungkin yang ada dalam benak pikir kita seseorang dikatakan sehat jika dia terbebas dari penyakit. Padahal WHO menjelaskan bahwa sehat itu keadaan utuh secara fisik, mental sosial dan spiritual. Kesehatan mental tidak hanya jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat, tetapi suatu keadaan yang berhubungan erat dengan eksistensi manusia. Seseorang dinyatakan sehat tidak hanya dilihat dari 1 sisi saja tetapi dari banyak dimensi. Dimensi sehat meliputi : Fisik, Emosi Intelektual, spiritual dan sosial.

Sejarah Kesehatan Mental

Bagi bidang kesehatan Barat dan timur, masing – masing memiliki pandangan akan kesehatan mental yang berbeda. Kesehatan barat lebih bersifat dualistik, dalam arti Tubuh manusia dapat didominasi oleh medis. Sedangkan kesehatan Timur lebih kepada holistik karena melihat kesehatan secara menyeluruh dan penanganan terhadap penyakit.

Pada Tahun < 1600 gangguan kesehatan mental dianggap bukan penyakit. Mereka mengira gangguan kesehatan mental disebabkan oleh roh jahat sehingga butuh bantuan dari dukun dengan kekuatan supranatural. Namun sebelum di abad ke 17 di Inggris orang yang mengalami gangguan kesehatan mental / orang gila bisa dimasukan ke dalam penjara karena di kategorikan sebagai penjahat / pelaku kriminal. Semenjak tahun 1724 gangguan kesehatan mental mulai dianggap sebagai sakit. Dilakukannya usaha untuk menolong para pasien sakit mental tetapi akhir abad itu dokter-dokter belum menemukan penyebab atau pencegahan, penyembuhan, atau perawatan yang efektif terhadap penyakit mental meskipun mereka telah mengklasifikasikan beribu-ribu macam kekalutan mental. Pada Tahun 1830 – 1860 di Inggris timbul optimisme dalam menangani pasien di rumah sakit jiwa dikarenakan berkembangnya teknik menangani orang sakit jiwa di rumah sakit jiwa.

Sakit mental dalam waktu ke waktu berbeda – beda dan terus berkembang serta berbeda pula dalam menangani individu yang terkena gangguan mental. Jika di Indian, orang yang mengalami gangguan mental dianggap tidak sakit dikarenakan kerasukan roh berbeda pula dengan yang di Inggris yang dianggap sebagai pelaku kriminal sehingga harus dimasukan ke penjara. Gangguan mental pernah dimaknai sebagai ketidak mampuan berpikir rasional. Di dunia medis beranggapan gangguan mental dianggap sakit dan berasal dari gangguan di otak.

Meskipun konsep kesehatan mental tidaklah jelas dan masih mengalami perkembangan tetapi ada standard yang mendasari bahwa seseorang bisa dikatakan sehat atau tidak. Dengan melalui pendekatan statistik, normatif, distres subjektif, peran / fungsional, dan pendekatan interpersonal.

Demikianlah isi blog saya kali ini semoga bermanfaat untuk kalian semua yang membaca tulisan saya kali ini.

Daftar pustaka:

  1. Rochman, Kholil Lur.2010.Kesehatan Mental.Yogyakarta.Fajar Media Press
  2. Semium, Yustinus.2006.Kesehatan Mental 2.Yogyakarta.Kanisius
  3. Siswanto.2007.kesehatan mental.Yogyakarta.Andi

1 komentar:

wili mengatakan...

Mental seseorg dpt terbntk dr lingkungan nya,terutama lingkungan kluarga n sosial nya dia.jk mental org itu tdk kuat mk dpt berakibat sakit mental

Poskan Komentar