You Are Reading

0

Self Directed Chance

davit sasmita Sabtu, 21 April 2012

Selamat datang di blog saya. Kali ini saya akan membahas “ Self Directed Chance “. Seperti yang kita ketahui semua manusia ingin bertindak bebas, bahkan kalo bisa sebebas – bebas mungkin tetapi nyatanya di kebebasan kitas masi ada kebebasan orang lain jadi kebebasan yang dimaksud tidak lah sebebas – bebasnya. Sebagian orang memiliki sifat kebiasaan yang buruk yang dianggap sebagian orang itu tidak lah pantas dilakukan atau bahkan tidak dapat diterima. Oleh sebab itu mari kita mempelajari self directed chance.

Self directed chance itu memiliki tujuan merubah perilaku seseorang dari awalnya A menjadi ke B. atau dapat dikatakan melakukan perubahan perilaku dari yang sebelumnya. Proses self directed chance dibutuhkan seseorang dalam mengubah perilakunya. Berikut tahap – tahap dalam melakukan self directed chance.

Meningkatkan Kontrol Diri

Hurlock mengatakan “ Kontrol diri berkaitan dengan bagaimana individu –individu mengendalikan emosi serta dorongan – dorongan dalam dirinya.“ Kontrol sosial itu sendiri adalah individu – individu sebagai pengaturan proses – proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang. Dengan kontrol diri seseorang dapat memberikan penjelasan tentang penggambaran diri baik yang positif maupun yang negatif . Biasanya Individu dalam melakukan proses pengontrolan perilaku melibatkan hal – hal sebagai berikut : Sengaja dalam pemilihan, beberapa pilihan yang bertentangan (Memiliki keistimewaan masing – masing tetapi harus memilih salah 1), Memanipulasi Stimulus (Membuat sesuatu yang tidak dapat dilakukan menjadi bisa dengan memanipulasi stimulus).

Menetapkan Tujuan

Tentukan targetmu dalam pemilihan kebiasaan yang baru. Maksudnya kita harus menentukan tujuan hidup kita mau dibawa kemana. Contohnya seorang perokok aktiv berusaha stop merokok nah tujuannya adalah berhenti merokok.

Pencatatatn Perilaku

Pegang catatan target dalam jangka waktu sebelumnya. maksudnya kita harus mengetahui data – data spesifik tentang jumlah / kualitas catatatn kegiatan yang ingin diubah. Contoh Sang perokok biasanya sehari menghabiskan 5 bungkus rokok dan seminggu menghabiskan 35 bungkus rokok.

Menyaring Anteseden Perilaku

Hindari dari hal – hal yang bisa membuat penjermusan / kegagalan dalam pencapaian target. Maksudnya kita harus membatasi perilaku yang dapat menguntungkan atau merugikan dalam tercapainya suatu tujuan. Kita harus menunjukan sebuah perubahan walau itu perlahan. Contoh Sang perokok yang dulunya sehari 5 bungkus perlahan menurun menjadi 3 bungkus dan terus menurun menjadi beberapa batang.

Menyusun Konsekuensi Yang Efektif

Melakukan hal – hal yang bermanfaat untuk penguatan tercapainya target. Maksudnya adalah dengan melakukan aktivitas yang dapat mengalihkan kita untuk gagal dalam mencapai target. Contoh jika sang perokok mulai gelisah dan ingin merokok, dia bisa melampiaskan kegelisahannya pada suatu hal atau mencari kesibukan lain seperti ngemil atau makan permen.

Menerapkan Pencana Intervensi

Aplikasikan rencanamu dalam pencapaian target kira – kira berapa lama. Kita harus merencanakan agar perilaku kita menjadi lebih baik bukan sebaliknya. Contoh sang perokok menargetkan 5 bulan stop rokok. 1 bulan pertama dari 35 bungkus perhari menjadi 21 bungkus perhari dan terus menurun sampai tinggal beberapa batang dan akhirnya stop. Dalam pencapaian targetnya sang perokok berusaha mengurangi jatah konsumsi rokoknya dan berusaha melampiaskan kegelisahannya dengan melakukan aktivitas lain. Karena sang perokok ingin merubah kebiasaanya.

Evaluasi

Harus ada penilaian apakah proses yang sudah dilakukan menjadi lebih baik / tidak. Jika tidak maka harus terus mengulangnya agar tujuan yang dimaksud dapat tercapai.

Daftarpustaka :

1.         Goleman Daniel.2004.Primal Leadership Kepemimpinan Berdasarkan Kecerdasan Emosi.Gramedia
2.         R. Miller William, Ellen Carolina, Rhodes John M.The Psychology Chance.
3.         Gibbons Maurice.2002.The Self-Directed Learning Handbook

0 komentar:

Poskan Komentar